Kutil kelamin: penyakit kelamin yang mudah disembuhkan

image

Apa yang dimaksud dengan kutil kelamin?
Kutil kelamin atau kondiloma akuminatum adalah kutil yang terdapat pada kelamin.

Bagaimana tanda dan gejalanya?
Ada yang menumbuh di permukaan kulit, permukaan tidak rata seperti jengger ayam atau brokoli, membesar, dan bertambah banyak. Biasanya tidak diikuti rasa gatal atau nyeri.

Apakah dapat muncul di telapak kaki/ tangan seperti kutil biasa?
Tidak. Berbeda dengan kutil biasa, kutil kelamin hanya terbentuk di daerah lipatan yang lembab dan tertutup oleh celana dalam. Misalnya di sekitar anus, di kepala penis, atau di vagina.

Apa penyebab kutil ini?.
Disebabkan oleh virus papiloma.

Bagaimana cara penularannya?
Virus ini ditularkan melalui hubungan seks. Ada sebagian kecil kasus yang ditularkan tidak melalui hubungan seks.

Virus papiloma adalah virus penyebab kanker serviks. Apakah ini jenis virus yang sama?
Ya. Ada banyak tipe virus papiloma. Yang menjadi penyebab kutil kelamin adalah tipe 6 dan 11, sedangkan penyebab kanker adalah tipe 16 dan 18. Namun perlu waspada bila kutil kelamin tumbuh sangat besar, ia bisa berubah menjadi ganas.

Apakah dapat disembuhkan?
Tentu saja.

Bagaimana cara pengobatannya?
Terdapat beberapa pilihan pengobatan: tutul dengan zat kimia (podofilin atau asam trikoloasetat) atau dengan pembedahan (bedah pisau atau bedah listrik).

Cara apa yang paling efektif?
Kedua cara memiliki keuntungan dan kerugian sendiri, tergantung dari pilihan pasien. Tutul dengan zat kimia harus dilakukan berulang kali dengan jeda 1 minggu, sedangkan pembedahan dapat dilakukan hanya 1 kali. Namun biaya pembedahan jauh lebih tinggi daripada tutul, prosedurnya pun lebih lama. Ukuran juga berpengaruh, kutil yang kecil cukup dengan ditutul beberapa kali, sedangkan kutil yang besar harus lebih banyak ditutul atau langsung dibedah.

Apakah pasangan seks perlu diobati?
Ya. Semua penyakit menular seksual sebaiknya diinfokan ke pasangan seksualnya, lalu diajak untuk berkonsultasi dan berobat.

Apakah dapat dicegah?
Ya. Saat ini terdapat vaksin untuk mencegah kanker serviks, yang juga ampuh untuk mencegah kutil kelamin. Namun perlu diingat bahwa pencegahan utama adalah perilaku seksual yang sehat.

Apa yang di maksud dengan perilaku seksual yang sehat?
Perilaku seksual yang setia, tidak bergonta-ganti pasangan, dan menggunakan kondom saat berhubungan seks.

Advertisements

Pearly penile papules

Seorang pasien laki-laki muda masuk ke dalam ruang praktek dengan wajah cemas. Rupanya dia baru berobat ke dokter dan dikatakan terkena penyakit kutil kelamin. Sempat dilakukan tindakan pembuangan kutil dengan laser, namun pasien kesakitan dan minta berhenti. Pasien datang ke saya untuk meminta pendapat.

Setelah pemeriksaan dilakukan, ternyata pasien tidak menderita penyakit kelamin. Itu adalah pearly penile papules (PPP) atau papula penis mutiara. Tampak tonjolan-tonjolan kecil serwarna kulit yang mengelilingi leher penis seperti gambar berikut (gambar diambil dari wikipedia).

image

Apakah sebenarnya PPP?
PPP adalah tumor jinak yang biasanya tumbuh mengelilingi leher penis (sulkus koronarius). Berupa tonjolan-tonjolan kecil yang tersusun rapi dan melingkar menyerupai kalung mutiara. Warna menyerupai kulit atau kadang terlihat putih.

Apakah berbahaya?
PPP tidak berbahaya.

Mengapa disalahartikan sebagai penyakit kelamin?
Memang ada beberapa penyakit kelamin yang menyerupai PPP, yakni kutil kelamin (kondiloma akuminata) dan moluskum kontagiosum.

Bagaimana membedakan PPP dengan kedua penyakit kelamin tersebut?
– Penyakit kelamin ditemukan pada individu yang pernah melakukan hubungan seks, apalagi yang berisiko tinggi, misalnya suka gonta-ganti pasangan atau penjaja seks. PPP tidak berhubungan dengan aktivitas seksual.
– Penyakit kelamin ditemukan pada individu yang pernah melakukan hubungan seks, biasanya mulai remaja/ dewasa muda. Sedangkan PPP dapat ditemukan sejak masa kanak-kanak.
– Penyakit kelamin bisa mengenai area kelamin lain dan tersusun acak. Sedangkan PPP melingkari leher penis dan tersusun rapi.

PPP saya baru muncul di usia 30an, persis setelah saya sudah pernah melakukan hubungan seks.
Biasanya PPP sudah ada sejak masa kanak-kanak, namun baru disadari saat usia remaja/ dewasa muda karena memang tonjolan itu membesar perlahan.

Apa penyebab dari PPP?
Belum diketahui secara pasti. Namun karena lebih sering ditemukan pada penis yang belum disirkumsisi (sunat), diduga PPP terbentuk dari smegma (cairan pelumas penis) yang mengeras.

Apakah perlu diobati?
Sebenarnya karena PPP merupakan variasi normal dari penis dan tidak berbahaya, PPP tidak perlu diobati. Biasanya juga akan menghilang seiring dengan meningkatnya usia.

Namun saya merasa sangat terganggu. Dapatkah dihilangkan?
Bisa dihilangkan dengan tindakan bedah laser/ bedah listrik. Namun perlu diingat bahwa leher penis merupakan area yang sangat sensitif sehingga rasa sakit masih mungkin dirasakan saat obat anestesi disuntikan, selama dan setelah pengerjaan. Daerah penis kaya dengan pembuluh darah, sehingga dapat terjadi perdarahan yang cukup banyak.

Jadi tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah/ mengurangi munculnya benjolan?
Bersihkan penis setiap kali mandi, terutama bagian dalam penis yang tertutup kulit (bagi yang belum disunat). Tindakan sirkumsisi/ sunat juga dapat membantu.

Hidup berdampingan dengan pengidap HIV/ AIDS

“Semua masalah pasti ada jalan keluar, asalkan kita mau membuka diri.”

Ini adalah salah satu kutipan kata-kata bijak yang sangat berkesan dari film Nada untuk Asa. Sebuah film karya asli Indonesia yang dirilis tanggal 5 Februari 2015. Film hasil kerjasama Sahabat Positif dan Komite Sosial KAJ ini bercerita tentang perjuangan dua wanita pengidap HIV positif untuk tetap hidup di tengah masyarakat.

image

NADA (Marsha Timothy), seorang istri dan ibu yang bahagia serta tampak sempurna, dalam sekejap harus kehilangan suami yang sangat ia cintai. Suaminya meninggalkan 3 orang anak dan penyakit HIV yang dianggap aib oleh masyarakat, sehingga NADA dijauhi oleh keluarganya, terutama ayahnya yang sangat mencintainya.

ASA (Acha Septriasa), seorang gadis ceria dan kuat, pengidap HIV sejak kecil yang terus berjuang untuk hidup. Walaupun berat, ia tidak pernah menunjukkan beban yang dihadapinya.

Film ini digarap secara profesional, dengan alur maju-mundur yang cukup membuat penonton memeras otak. Pada akhirnya terungkap bahwa ASA adalah anak ketiga dari NADA yang memang mendapat HIV sejak di dalam kandungan.

Pesan yang terkandung dalam film ini sangat padat, terutama mengenai cinta kasih serta kesabaran yang mengalahkan segalanya. Tergambar dengan jelas rasa sakit hati yang dialami oleh seorang istri yang merasa dibohongi oleh suami, serta usahanya untuk memaafkan dan kembali berjuang untuk menjalani hidup.

Stigma masyarakat yang begitu dalam terhadap pengidap HIV, sehingga membuat ASA yang berprestasi dipecat dari perusahaannya. Bahkan saat salah 1 relawan dari komunitas HIV mengalami tabrak lari, tidak ada masyarakat yang mau membantu karena takut tertular. Masalah demi masalah datang silih berganti, namun semangat untuk tetap hidup dan sifat positif dapat menjadi kunci bagi kehidupan yang lebih baik.

Kehadiran tokoh WISNU (Darius Sinathrya) sebagai seorang pendamping pengidap HIV/ AIDS, yang tertarik pada sifat kuat dan positif ASA, menciptakan konflik yang menarik. Prinsip, tingkah laku, dan kata-kata yang diucapkan oleh WISNU sangat berlawanan dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Sungguh sangat menggelitik sisi kemanusiaan seseorang.

imageMenghadapi situasi seperti ini memang serba salah. Di satu pihak ada benarnya juga untuk melindungi diri sendiri, namun apakah sisi kemanusiaan kita tidak terkutik? Apakah pengidap HIV sungguh harus dikucilkan dari masyarakat? Memandang dari sudut pandang kedokteran:

  • HIV (human immunodeficiency virus) dapat ditularkan dapat ditularkan dari 1 orang ke orang lain. Namun penularannya tidak semudah virus batuk pilek. HIV hanya bisa ditularkan bila ada kontak darah atau melalui kulit serta mukosa (kulit tipis) yang tidak utuh. Sebagai contoh, penularannya dapat melalui hubungan badan, transfusi darah, pengguna narkoba suntik, melalui plasenta maupun melalui penggunaan pisau cukur bersama-sama.  HIV tidak menular melalui udara, berjabatan tangan, atau berpelukan.
  • Pengidap HIV tidaklah sama dengan penderita AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS merupakan penyakit yang dapat muncul pada pengidap HIV yang tidak mau berobat atau yang tidak mengetahui bahwa ia mengidap HIV. Penderita AIDS biasanya sudah menunjukkan berbagai gejala penyakit kronik seperti penampilan layaknya tulang dibalut kulit dan mudah sakit (batuk, diare, bahkan kanker). Sedangkan pengidap HIV masih terlihat seperti manusia biasa dengan aktivitas biasa.
  • Sampai saat ini belum ada obat yang mampu menghilangkan HIV 100%, namun sudah tersedia obat ARV (anti retro viral) untuk menekan perkembangan HIV. Obat ini pun disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah, bisa didapatkan di berbagai instansi kesehatan pemerintah.
  • Untuk mengetahui apakah anda atau pasangan anda sudah terkena HIV dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah. Namun ada baiknya untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan petugas kesehatan.

Sebaiknya jangan memandang sebelah mata pengidap HIV karena belum tentu ia terkena HIV akibat perbuatannya sendiri dan semua orang juga memiliki risiko untuk terkena. Tindakan melindungi diri sendiri adalah yang paling tepat, namun bukan berarti harus membenci atau mengucilkan orang lain yang menderita.

Skabies, penyakit gatal komunitas

“Dok, anak saya terkena penyakit gatal sejak berbulan-bulan yang lalu. Sekarang hampir seluruh keluarga saya ketularan penyakit gatal juga.”

Ini adalah keluhan yang sering didengar di masyarakat. Penyakit apakah ini?

Skabies atau yang lazim dikenal dengan penyakit kudis atau gatal agogo. Dari namanya tercermin keluhan utama dari penyakit ini, yakni rasa gatal yang sangat hebat. Penyakit ini sangat mudah menular sehingga dikenal juga sebagai penyakit komunitas, yang biasa menyerang lebih dari 1 orang dalam suatu kelompok, misalnya dalam keluarga/ asrama/ kelompok bermain.

Skabies untuk blog

Mengapa penyakit ini sangat mudah menular?

Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei yang sangat kecil dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Kutu ini memakan lapisan terluar dari kulit manusia, sekaligus menggali terowongan dan hidup di sana. Kutu ini sangat mudah pindah dari satu orang ke orang lain. Cara penularannya bisa secara langsung, misalnya saat berjabatan tangan atau berpelukan, atau tidak langsung, misalnya melalui perantara handuk atau mainan. Kutu yang berada pada benda mati dapat bertahan hidup selama 7 hari, sehingga masih dapat meninfeksi orang sehat.

Apa sih gejalanya?

Gejala awal adalah munculnya bintik kemerahan yang gatal. Namun karena kutu ini lebih menyukai kulit tipis yang letaknya tersembunyi, misalnya sela jari tangan/ kaki, ketiak, lipat bokong, sekitar pusar dan alat kelamin, kadang gejala awal ini tidak disadari. Rasa gatal yang dialami biasanya memberat di malam hari. Luka yang muncul akibat garukan dapat ditumpangi oleh kuman sehingga muncul nanah.

Apakah semua orang dapat terkena penyakit skabies?

Ya, tentu saja semua orang dapat terkena penyakit ini. Namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena skabies, yakni daya tahan tubuh yang lemah, higiene/ kebersihan pribadi yang kurang, dan hubungan erat dengan seorang penderita skabies. Anak kecil lebih mudah terkena karena sistem kekebalan tubuh yang belum bekerja dengan baik dan faktor kebersihan yang kurang.

Bagaimana cara mengobati penyakit skabies?

Segera berobat ke dokter Puskesmas atau dokter kulit terdekat. Dokter akan memberikan obat krim untuk dioleskan di seluruh tubuh mulai dari leher sampai ke sela jari tangan dan kaki, diamkan selama 12 jam. Pengolesan obat hanya berlangsung 1x/ minggu. Biasanya anda akan diminta untuk kontrol 1 minggu kemudian, bila masih didapatkan keluhan, pengobatan akan diulang kembali. Seluruh anggota keluarga yang juga mengeluh gatal harus diobati secara serentak.

Selain obat, apa yang harus untuk mengenyahkan kutu tersebut?

  • Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi
  • Jaga kebersihan pribadi dengan rajin mencuci tangan, mandi 2x/ hari, hindari tukar menukar barang pribadi
  • Pakaian dan kain lain (misalnya sprei/ sarung bantal/ guling) yang telah digunakan oleh penderita, harus direndam dalam air panas hiingga air tidak panas lagi, lalu cuci dengan deterjen seperti biasa
  • Hindari menggaruk agar luka tidak semakin parah. BIla gatal sangat hebat, konsultasikanlah ke dokter agar diberi obat pereda rasa gatal.