Wagub DKI Jakarta mengenakan lip balm saat diwawancara : wajarkah?

Bulan lalu netizen sempat dibuat gempar oleh salah satu petinggi Jakarta yang menggunakan lip balm atau lip gloss saat diwawancara.

Liputan6 sempat mewawancarai dr. Rachel Djuanda seputar hal itu. Beberapa fakta mengenai bibir dan penggunaan pelembab bibir :

πŸ’„

Kulit bibir memang cenderung kering yang ditandai dengan bibir kering dan pecah-pecah

πŸ’„

Bibir kering dan pecah-pecah menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan bisa sampai luka dan lecet

πŸ’„

Penggunaan pelembab bibir adalah hal yang saat wajar dilakukan untuk mencegah bibir kering

πŸ’„

Kebiasaan menjilat bibir untuk melembabkan bibir adalah tidak tepat karena bibir bukannya menjadi lebih lembab, malah menjadi teriritasi akibat air liur (eksim)

πŸ’„

Jadi… bagaimana pendapat netizen mengenai wagub DKI Jakarta yang menggunakan lip gloss saat diwawancara?
Baca artikel selengkapnya di link iniΒ Bisa Jadi Ini Alasan Sandiaga Uno Harus Pakai Lip Balm

Advertisements

Bedanya rambut kaki yang di-remove dan yang tidak

Melanjutkan postingan sebelumnya, disini saya akan posting foto kaki kiri yang sudah di IPL 1x VS kaki kanan yang belum di IPL sama sekali.

Atas : kaki yang belum di IPL. Bawah : kaki yang sudah di IPL 1x 1 bulan yang lalu. Kelihatan kan bedanya.

Foto atas adalah kaki kanan yang belum pernah di IPL. Terlihat rambut lebat, tebal dan kasar, tumbuh tidak beraturan akibat tindakan cukur dan waxing berulang kali

Foto bawah adalah kaki kiri yang sudah di IPL 1x, tepatnya 1 bulan yang lalu. Terlihat rambut sudah lebih sedikit, kalaupun tumbuh sudah sangat halus dan tidak teraba kasar.

Kapan tindakan IPL perlu diulang?

Fase dan kecepatan tumbuh rambut berbeda-beda. Beda antar lokasi rambut dan beda antar individu. Jadi jawaban dari pertanyaan itu sangat bervariasi. Bila dirasa perlu (rambut mulai terasa kasar dan lebat), baru kita lakukan lagi.

Berdasarkan pengalaman, untuk rambut kaki dan pubis cukup 1-2x tindakan. Untuk ketiak butuh 2-6x tindakan.

Jangan lupa mengembalikan kulup setelah membersihkan penis

Bagi Anda yang sudah berhasil membersihkan penis si kecil, jangan lupa mengembalikan kulup setelah membersihkan penis.

Mengapa? Karena bila dibiarkan dalam kondisi terbuka, aliran darah akan terganggu. Akibatnya kulup akan menjadi bengkak, kepala penis terjepit kulup, dan tentunya akan membuat si kecil menjadi rewel.

Bagaimana solusinya jika hal itu terjadi? Coba tutup kembali kulup perlahan-lahan. Bila sulit atau si kecil kesakitan, gunakan bantuan lubrikan atau krim anestetik. Bila tidak berhasil atau ragu untuk melakukan sendiri, kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter anak.

Untuk membaca artikel pertama mengenai “Membersihkan Penis Sejak Dini: Perlu atau Tidak”Β tekan disini

Be-youth-iful, confident with your healthy skin

Pada hari Minggu, 21 Agustus 2016, ballroom hotel Le Meridien tampak meriah dengan taburan warna oren. Hari itu ada acara talkshow kecantikan yang diselenggarakan oleh Femina dan Bio-Oil. Acara dikemas dengan menarik, singkat, padat dan mudah dicerna oleh para hadirin. Dibuka dengan Zumba bersama mbak Liza Natalia, dilanjutkan dengan talkshow seputar kesehatan kulit oleh saya – dr. Rachel Djuanda, SpKK – , penjelasan mengenai Bio-Oil, ditutup dengan sharing oleh mbak Patricia Gouw selaku pemakai Bio-Oil. Pesan penting dalam pertemuan hari itu adalah:

  • Semua orang merindukan kulit sehat, kencang dan bersih seperti kulit bayi. Namun perlu diingat bahwa proses penuaan berlansung setiap saat. Oleh karena itu perawatan kulit harus dimulai sejak dini.
  • Kulit kering merupakan masalah yang sering dialami oleh kaum urban. Oleh karena itu penting untuk mengoleskan pelembab setiap hari.
  • Kulit kering menyebabkan banyak masalah, misalnya kulit menjadi mudah gatal (sensitif) dan munculnya stretch mark pada ibu hamil.

  • Ada berbagai macam tipe pelembab; mulai dari lotion yang tidak lengket, minyak yang agak lengket, sampai petroleum jelly yang sangat lengket.
  • Cara mengoleskan pelembab yang baik adalah digunakan paling sedikit 2 kali/ hari setelah mandi atau cuci muka.
  • Untuk mendapatkan kulit yang sehat tidak cukup dengan pengolesan krim atau pelembab (rejuvenasi eksternal), namun juga harus dibarengi dengan gaya hidup yang sehat (rejuvenasi internal) seperti konsumsi vitamin dan berolah raga secara teratur.
  • Bila sudah melakukan berbagai cara, namun masalah kulit tetap ada, berkonsultasilah pada dokter spesialis kulit.

Menjaga kesehatan kulit saat musim dingin

Hendak berpergian ke negara bermusim dingin? Perubahan cuaca dari musim panas ke musim dingin akan menyebabkan kulit juga mengalami perubahan. Berikut perubahan yang dialami dan cara mengatasinya agar kulit tetap sehat.

Kulit terasa bersih terus.
Karena jarang keringatan dan udara sangat dingin, biasanya jadi malas mandi. Namun harus diingat kalau kotoran tetap menumpuk di kulit sehingga harus tetap mandi. Cukup mandi 1x/ hari dan oleskan pelembab segera setelah mandi.

Kulit dan bibir akan menjadi sangat kering.
Gak kerasa, tapi kulit akan menjadi kering dan pecah-pecah. Oleskan pelembab sesering mungkin terutama pada bibir, tangan dan kaki.

Kuku juga akan menjadi rapuh dan mudah pecah. Buat yang suka kuku pendek, bawa gunting kuku. Kalau mau kuku tetap panjang, gunakan penguat kuku.

Merasa bahwa matahari gak terik dan gak akan bikin kulit rusak. Walau matahari gak terik, sinar UV yang terpancar dari matahari tetap akan masuk ke kulit, membuat kulit menjadi hitam, meningkatkan risiko flek dan kerut di wajah. Tetap gunakan tabir surya/ sunblock di negara bermusim dingin.

Jarang merasa haus. Usahakan untuk tetap meminum air minimal 8 gelas/ hari. Hidrasi yang baik penting untuk menjaga stamina tubuh dan kesehatan kulit.

Merasa tidak perlu mengoleskan krim malam karena akan membuat kulit wajah semakin kering. Konsultasikan krim yang perlu dioles atau yang tidak perlu ke dokter Anda. Biasanya Anda akan mendapatkan tambahan moisturizer atau pelembab wajah.

Selamat berlibur!

Kumpulan artikel: jangan gunakan sabun antiseptik

soho2

Di tengah maraknya penggunaan sabun antiseptik, saya malah menyerankan untuk tidak digunakan setiap hari. Mengapa? Termukan jawabannya di berbagai artikel berikut ini:

femalesia.com: Jangan asal menggunakan sabun antiseptik

okezone.com: Bahaya di Balik Penggunaan Sabun Antiseptik

SitusRiau.com: Pakai Sabun Antiseptik Ternyata Berbahaya

suara.com: Ini risikonya jika terlalu sering menggunakan sabun antiseptik

 

Kumpulan artikel: dermatitis atopik

soho1

Dermatitis atopik merupakan penyakit yang paling sering saya temukan selama saya bekerja di RSU Bunda Jakarta. Mungkin karena penyakit ini diturunkan dari orang tua ke anak, serta gaya hidup saat ini yang sering memicu kambuhnya dermatitis atopik. Berikut kumpulan artikel mengenai dermatitis atopik; apa itu, mengapa dapat terjadi dan bagaimana mengatasinya.

beritasatu.com: Dermatitis atopik penyakit tersering menyerang kulit

beritasatu.com: Cara penanganan penyakit kulit dermatitis atopik

cnn.com: Dampak buruk terlalu sering cuci tangan

Duta.co: Mengenal Dermatitis Atopic

HarianLampung.com: Dr Rachel Juanda: Punya Kulit Sensitif, Waspadai Dermatitis Atopik

inilah.com: Ini cara atasi gatal pada kulit

inilah.com: Hati-hati, Pakaian Dalam Bisa Bikin Kulit Gatal

kompas.com: Mengatasi gangguan kulit kering dan gatal

kontan.co.id: Penanganan kulit kering dan gatal

lampung.tribunnews.com: Orang yang sering bersentuhan dengan air sabun rentan terkena eksim

okezone.com: Kulit Anda Mudah Iritasi? Ini Sebabnya!

possore.com: Dermatitis atopik bagaimana menanganinya?

possore.com: Noroid pelembab untuk penanganan dermatitis atopik

Republika.co.id: Mengenali Dermatitis Atopik, Kondisi Kulit yang Sering Serang Anak

Republika.co.id: Dermatitis Atopik, Penyakit Kulit dengan Pencetus Beragam

Republika.co.id: Pelembab Bantu Cegah Dermatitis Atopik di Kulit Anak

Republika.co.id: 5 Tips Mudah Rawat Kulit Sensitif

suara.com: Jangan Abaikan Bila Kulit Mudah Iritasi

sumsel.tribunnews.com: Mengatasi gangguan kulit kering dan gatal

Surabayapagi.com: Mengatasi gangguan kulit kering dan gatal

Ultimagz.com: Dermatitis Atopik, Kelainan Genetik Sang Penyebab Gatal

wartakesehatan.com: Mengenal dermatitis atopic penanganannya