Hair removal: cara aman menghilangkan rambut yang tidak diinginkan

Hayooo apa yang pertama kali terlintas di benak ketika membaca judul di atas??

Siapa yang mau ngilangin rambut??? Rambut kan mahkota wanita.

Atau…

Udah susah-susah numbuhin rambut, ini malah dihilangkan…

Atau…

Rambut? Bulu kali maksudnya…

 

Kita luruskan dulu yuk…apa sih perbedaan antara rambut dan bulu?

Rambut tidak memiliki “tulang” di bagian tengahnya dan biasanya terdapat pada manusia. Sedangkan bulu memiliki “tulang” di bagian tengah, dengan tepinya yang bercabang-cabang dan biasanya terdapat pada hewan.

Jadi apakah mungkin di badan manusia ditumbuhin bulu?

Tidak mungkin.

Bagaimana dengan bulu ketiak dan bulu kaki?

Itu adalah istilah yang kurang tepat, namun terdengan begitu familiar di telinga. Masyarakat kerap menyebut rambut hanya untuk kepala, sedangkan area lain disebut dengan bulu seperti bulu wajah, bulu ketiak, bulu kaki.

Sekarang sudah jelas kan perbedaan antara rambut dan bulu. Selanjutnya kita sebut dengan rambut saja ya…

Bagaimana cara menghilangkan rambut yang tidak diinginkan?

Ada berbagai metode menghilangkan rambut yaitu:

  • Gunting/ trimming
  • Cukur/ shaving
  • Waxing
  • Laser hair removal
  • IPL (intense pulse light)
IMG_20170726_173515_525

Menghilangkan rambut dengan metode IPL (intense pulse light)

 

Apa perbedaan dengan masing-masing metode?

Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda:

  • Metode gunting mudah dilakukan. Tujuan untuk merapikan rambut yang tumbuh. Tidak menggunting sampai ke akar sehingga tidak mengganggu arah tumbuh rambut. Sangat aman, harus dilakukan terus-menerus.
  • Metode shaving lebih mudah dilakukan. Tujuan untuk merapikan/ menghilangkan rambut. Dapat menggunting sampai ke akar sehingga dapat mengganggu arah tumbuh rambut. Dapat meningkatkan risiko infeksi kulit bila dilakukan dalam kondisi tidak bersih. Harus dilakukan terus-menerus.
  • Metode waxing mengangkat rambut sampai ke akarnya, sehingga dapat mengganggu arah tumbuh rambut. Akibatnya rambut yang tumbuh lebih acak-acakan dan tidak beraturan. Dapat meningkatkan risiko infeksi kulit bila dilakukan dalam kondisi tidak bersih. Harus dilakukan terus-menerus.
  • Laser hair removal dan IPL menggunakan energi cahaya untuk menghancurkan rambut. Sangat aman. Bersifat semi permanen.

Apa yang dimaksud dengan “semi permanen”?

Hair removal menggunakan energi cahaya (laser dan IPL), menghancurkan rambut dari dalam. Rambut yang hancur ditandai dari rambut berubah dari lurus menjadi keriting. Rambut yang hancur itu tidak akan tumbuh menjadi rambut kasar dan hitam lagi. Rambut akan menghilang total atau tumbuh menjadi rambut halus (velus). Rambut halus biasanya tidak mengganggu penampilan sehingga tidak perlu dihilangkan. Istilah ” semi permanen” digunakan karena ada kemungkinan rambut tetap tumbuh, namun halus.

IMG_20170726_173515_527

IPL hair removal: tampak perbedaan antara rambut yang belum diterapi (lurus), dengan yang sudah diterapi (keriting)

Jadi apakah hair removal dengan energi cahaya cukup dilakukan hanya 1 kali?

Tidak cukup. Harus dilakukan secara berkala. Namun dengan pengulangan, rambut akan menjadi semakin halus dan semakin sedikit. Lama-kelamaan tidak perlu dilakukan tindakan hair removal lagi.

Berapa kali tindakan laser atau IPL perlu dilakukan agar menjadi “semi permanen”?

Kira-kira 6-12 kali.

Apa perbedaan hair removal dengan laser dan dengan IPL?

Laser menggunakan energi cahaya laser yang sangat terfokus, bekerja persis hanya pada rambut. IPL menggunakan cahaya ruangan (cahaya biasa) yang yang bekerja pada rambut dan sedikit mengenai kulit di sekitar rambut. Keduanya sama efektif.

Apakah sakit?

Ya…akan ada sedikit rasa sakit atau tidak nyaman. Dapat dioleskan krim anestesi (baal) sebelum prosedur. Namun sebagian besar pasien dikerjakan tanpa anestesi.

Area mana saja yang bisa dihilangkan dengan IPL?

Ketiak, wajah, kaki, pubis (urutan paling sering hingga paling jarang).

Advertisements

Peningkatan Wawasan terhadap Infeksi Menular Seksual

Serunya sharing mengenai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Infeksi Menular Seksual (IMS) bersama para kader Puskesmas dan populasi Risti (risiko tinggi) di Puskemas Kecamatan Jatinegara. Semuanya antusias, diskusi meriah. Pesan-pesan yang bisa dibawa pulang adalah:

  • PMS dicegah dengan teknik ABC; yakni Abstinence (tidak berhubungan seks sama sekali), Be faithful (setia pada 1 pasangan) dan Condom (pemakaian kondom)
  • PMS juga dapat menular melalui hubungan seks oral dan anal
  • Mayoritas PMS tidak bergejala, padahal infeksi sedang berlangsung dan dapat menularkan
  • Bila positif terkena PMS, jangan takut. Jalani terapi dan monitor penyakit secara rutin
  • Sampaikan keadaan anda kepada pasangan agar pasangan juga dapat diperiksa dan diobati

Berikut beberapa ulasan mengenai PMS:

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Jangan lupa mengembalikan kulup setelah membersihkan penis

Bagi Anda yang sudah berhasil membersihkan penis si kecil, jangan lupa mengembalikan kulup setelah membersihkan penis. 

Mengapa? Karena bila dibiarkan dalam kondisi terbuka, aliran darah akan terganggu. Akibatnya kulup akan menjadi bengkak, kepala penis terjepit kulup, dan tentunya akan membuat si kecil menjadi rewel. 

Bagaimana solusinya jika hal itu terjadi? Coba tutup kembali kulup perlahan-lahan. Bila sulit atau si kecil kesakitan, gunakan bantuan lubrikan atau krim anestetik. Bila tidak berhasil atau ragu untuk melakukan sendiri, kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter anak.

Untuk membaca artikel pertama mengenai “Membersihkan Penis Sejak Dini: Perlu atau Tidak” tekan disini

Moluskum kontagiosum: penyakit anak atau penyakit kelamin?

Di badan anak saya muncul biji-biji kecil, dok. Dipegang agak keras, tapi dikalau ditekan terasa seperti ada sesuatu didalamnya. Kayak ada nasinya.

Keluhan yang dialami anak di atas sering ditemukan pada anak. Disebut dengan moluskum kontagiosum (MK).

image

Apa itu moluskum kontagiosum?
Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh virus. Kontagiosum berarti penyakit ini dapat menular.

Bagaimana gejalanya?
Muncul bintil-bintil kecil berisi zat putih yang seperti beras (bukan berisi cairan).

Apa penyebab moluskum kontagiosum?
Virus menyerang kulit saat daya tahan tubuh seseorang berkurang. Itulah sebabnya MK lebih sering menyerang anak (daya tahan tubuh belum sempurna).

Orang dewasa seperti apa yang dapat terkena MK?
Orang dewasa dengan penurunan daya tahan tubuh, misalnya sedang sakit atau tidak enak badan.

Bagaimana cara penularannya?
Melalui kontak dari kulit yang terinfeksi (terutama kontak dengan zat putih yang seperti beras = badan moluskum).

Apakah berbahaya?
Tidak berbahaya. Namun dapat bertambah banyak ke kulit sekitarnya dan menularkan orang lain.

Apakah harus diobati?
MK dapat sembuh sendiri. Namun bila tidak kunjung hilang atau mulai mengganggu pasien, dapat diobati.

Bagaimana cara mengobatinya?
Prinsipnya adalah membuka atap bintil, lalu mengeluarkan badan moluskum di dalamnya. Atap dapat dibuka dengan jarum steril atau kauter (bedah listrik). MK juga dapat dihancurkan dengan tutul cairan kimia atau semprotan nitrogen cair.

Apakah sakit?
Ya pasti ada rasa tidak nyaman, namun sebagian besar tindakan tidak memerlukan bius oles maupun suntik.

Apakah ada tindakan khusus setelah pengobatan?
Tidak ada tindakan khusus. Kadang dokter memberikan salap antibiotik.

Apakah benar MK termasuk dalam penyakit menular seksual?
Pada orang dewasa, MK yang terletak di daerah sekitar kelamin dapat menular melalui hubungan seksual karena saat berhubungan terjadi kontak dari kulit ke kulit.

Jadi apakah MK penyakit anak sekaligus penyakit kelamin?
Ya. MK sering mengenai anak karena daya tahan tubuhnya yang belum sempurna, tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual. MK kadang mengenai orang dewasa yang aktif secara seksual dan sedang mengalami menurunan daya tahan tubuh.

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Health talk : tes pada penyakit infeksi menular seksual, perlukan dilakukan?

image

Health talk yang diadakan atas kerjasama PT Parapersada Nusantara dan RSU Bunda Jakarta berlangsung sangat seru. Karyawan datang tepat waktu, memadati ruangan dengan posisi berbaris sesuai dengan divisi & antusias dengan topik yang dibawakan hari ini.

Intisari dari bincang pagi kali ini dapat diiktisarkan sebagai berikut : penyakit infeksi menular seksual (IMS) dapat mengenai siapapun.

Terdapat berbagai variasi tanda dan gejala dari IMS, namun sebagian besar justru tidak bergejala. Ini berbahaya karena infeksi terus berjalan dan dapat menularkan orang lain.

Jadi bagaimana upaya pencegahannya?

Rules of ABC
A = abstinence atau tidak berhubungan seksual sama sekali. Satu-satunya upaya pencegahan yang dapat mencegah IMS 100%.

B = be faithful yaitu setia pada satu pasangan.

C = condom. Bila A dan B tidak dapat dilakukan, gunakan alat pengaman seperti kondom. Kondom mampu mencegah IMS namun tidak sampai 100%.

Lakukan pemeriksaan IMS secara berkala
Jenis pemeriksaan dapat bervariasi mulai dari cek darah, cek urin, atau cek duh tubuh/ discharge.

Vaksinasi
Sudah ada vaksinasi terhadap virus HPV penyebab kutil kelamin & kanker serviks, serta hepatitis A & B.

Siapa saja yang memerlukan pemeriksaan IMS?

Semua orang yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, yang baru mau melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, petugas kesehatan yang berkontak langsung dengan cairan tubuh manusia, dan anak yang terlahir dari ibu HIV positif.

Bagaimana bila hasil positif?

Tetap tenang, konsultasi dengan dokter, jalani pengobatan dengan baik dan benar, beritahu pasangan dan ajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan (partner notification).

Kita harus peduli karena topik seksualitas masih dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal arus informasi sangat deras. Kita harus lindungi anak-anak kita dengan memberikan bekal pengetahuan yang tepat.

Penanda sifilis (salah satu penyakit IMS) dan HIV/AIDS dalam darah akan menetap seumur hidup sehingga pasien akan kesulitan untuk hidup di dalam masyarakat, bahkan dibuang oleh sahabat dan keluarga.

Pengidap HIV/AIDS dapat menularkan penyakitnya pada pasangan, bahkan pada bayi dalam kandungan yang tidak bernoda. Berikut cuplikan video yang semoga dapat menyentuh hati kita semua akan pentingnya berhubungan seks yang aman dan keterbukaan pada pasangan (abaikan sang suami yang terus menyalahkan alam atas nafsu birahinya dia). https://youtu.be/bw352hRhHF4

Cukup sekian dan terima kasih.
Mari terapkan perilaku kehidupan seksual yang sehat dan bersih.

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Membersihkan penis sejak dini: perlu atau tidak

Seorang pasien lelaki muda berusia 13 tahun datang dengan keluhan nyeri pada penis setiap pagi. Kecurigaan akan kemungkinan penyakit menular seksual tidak dapat dipungkiri, namun pasien menyangkal semua pertanyaan yang mengarah kesana. Dengan sedikit rasa tidak percaya, saya memeriksa alat kelaminnya. Ternyata keluhan nyerinya disebabkan oleh kulup yang melekat erat pada kepala penis dan menimbulkan radang. Selama 13 tahun ia tidak mengetahui bahwa penis yang belum disirkumsisi (disunat) harus dibersihkan sampai kulup terbuka sempurna.

Satu lagi seorang anak lelaki berusia 3 tahun mengeluh nyeri saat berkemih dan saat pemeriksaan tampak ujung penis yang tertutup kulup dan membengkak. Rupanya kulup belum pernah dibersihkan hingga terbuka sempurna.

Jadi perlukah membersihkan penis sejak dini?
Ya, penis yang belum atau sudah disirkumsisi sama-sama harus dijaga kebersihannya, namun penis yang belum disirkumsisi lebih sulit untuk dibersihkan.

image

Mengapa lebih sulit untuk dibersihkan?
Karena penis yang belum disirkumsisi tertutup kulit berlebih yang disebut dengan prepusium/ kulup (gambar A). Pada bayi baru lahir kulup melekat erat menutupi kepala penis.

Mengapa kulup dapat melekat ke kepala penis?
Karena pada penis terdapat kelenjar yang menghasilkan berbagai cairan yang terkumpul dalam celah antara kulup dan kepala penis (cairan smegma). Bila kulup tidak pernah dibuka atau ditarik ke arah badan, smegma dapat mengering dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jadi kapan usia yang tepat untuk memulai membersihkan penis bayi?
Tidak ada usia yang pasti. Pada bayi, kulup masih sulit untuk dibuka. Dalam 1-2 tahun pertama kulup akan menjadi lebih mudah dibuka. Saran saya, biasakan coba membuka kulup sejak berusia 10 bulan, setiap kali sesudah mandi. Jangan dipaksakan.

Bagaimana cara membersihkan kulup?
Saat awal pembersihan, pasti kulup akan merekat erat. Pembersihan harus dilakukan perlahan dan bertahap. Jangan dipaksa. Setelah mandi, baringkan anak, basahi ujung kulup dengan cotton bud dan air hangat sambil ditarik perlahan. Biasanya anak akan merasa tidak nyaman. Bila anak mulai tidak nyaman, hentikan pembersihan, lanjutkan esok hari. Perlahan tapi pasti, kulup akan terbuka sempurna (gambar B).

Pada usia berapa kulup akan terbuka sempurna?
Biasanya terbuka sempurna pada usia 5 tahun. Bila rajin dibersihkan sejak dini, kulup akan lebih cepat terbuka sempurna.

Bila menginjak usia pubertas kulup belum dapat membuka sempurna, konsultasikan ke dokter Anda

Apa bahaya bila kulup tidak pernah dibersihkan?
Penis dapat menjadi bengkak, nyeri saat berkemih, serta infeksi pada saluran kencing.

Apakah anak dapat diajarkan membersihkan penis sendiri?
Ya, malah harus dibiasakan untuk membersihkan sendiri. Saat kita membersihkan penis, biarkan anak melihat. Perlahan-lahan biasakan ia membersihkan penisnya sendiri saat atau setelah mandi. Akan lebih mudah ia bersihkan sendiri bila kulup sudah terbuka sempurna.

Apakah kulup yang sudah terbuka, harus dikembalikan dalam posisi tertutup? Temukan jawabannya disini

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Test for Sexually Transmitted Diseases: do I need it?

STD

What is sexually transmitted diseases (STD)?

Sexually transmitted disease (venereal disease, sexually transmitted infection) is a variety of signs and symptoms caused by pathogens (mostly bacteria, virus, or fungal) that can be acquired and transmitted through sexual activity. According to World Health Organization, approximately 30 pathogens have been identified as STD causes.

Let me know their names!

These are some diseases classified as STD which are commonly found in Indonesia: gonorrhea, chlamydiosis, syphilis, HIV, genital herpes, genital warts, hepatitis B, trichomoniasis, etc.

How is STD transmitted?

  • Mostly through sexual activity involving the sex organs, the anus, or the mouth
  • Contact with blood, body fluids or tissue from an STD infected person
  • Sharing unsterilized needles (especially in drug user)

What are the symptoms?

Symptoms may vary, depend on the disease. Most patients do not complain any symptoms. Some others may experience vaginal/penile discharge, pain, genital ulcer, etc.

Do I need a test?

According to Center for Disease Control and US Preventive Services Task Force, STD screening is recommended for people at increased risk. You are at increased risk if you are having multiple current partners, having a new partner, using condoms inconsistently, having sex while under the influence of alcohol or drugs, commercial sex worker, drug user, men who have sex with men, and women who have sex with women.

If you are… Recommended tests
Pregnant women All pregnant women are recommended to be tested for HIV, syphilis, hepatitis B and C, and Chlamydia trachomatis,

Test for gonorrhea only if you have previous gonorrhea infection, other STDs, new or multiple sex partners, inconsistent condom use, commercial sex work, and drug use

Non pregnant women HIV, syphilis, chlamydia, gonorrhea
Men HIV, syphilis, chlamydia, gonorrhea

What should I do if I get positive results?

Consult your doctor for further testing and treatment. Also tell your doctor about how you feel because you may experience anger or shame. But remember what you have done is the right thing. Another important thing is to notify your partner. Your partner may also need to get tested or treated as you may transmit the infection back and forth.

RA

This article is written by dr. Radityo Anugrah, Sp.KK

radityoanugrah@gmail.com

IG: @radityoanugrah

Bamed Skin Care Darmawangsa Square