Health talk : tes pada penyakit infeksi menular seksual, perlukan dilakukan?

image

Health talk yang diadakan atas kerjasama PT Parapersada Nusantara dan RSU Bunda Jakarta berlangsung sangat seru. Karyawan datang tepat waktu, memadati ruangan dengan posisi berbaris sesuai dengan divisi & antusias dengan topik yang dibawakan hari ini.

Intisari dari bincang pagi kali ini dapat diiktisarkan sebagai berikut : penyakit infeksi menular seksual (IMS) dapat mengenai siapapun.

Terdapat berbagai variasi tanda dan gejala dari IMS, namun sebagian besar justru tidak bergejala. Ini berbahaya karena infeksi terus berjalan dan dapat menularkan orang lain.

Jadi bagaimana upaya pencegahannya?

Rules of ABC
A = abstinence atau tidak berhubungan seksual sama sekali. Satu-satunya upaya pencegahan yang dapat mencegah IMS 100%.

B = be faithful yaitu setia pada satu pasangan.

C = condom. Bila A dan B tidak dapat dilakukan, gunakan alat pengaman seperti kondom. Kondom mampu mencegah IMS namun tidak sampai 100%.

Lakukan pemeriksaan IMS secara berkala
Jenis pemeriksaan dapat bervariasi mulai dari cek darah, cek urin, atau cek duh tubuh/ discharge.

Vaksinasi
Sudah ada vaksinasi terhadap virus HPV penyebab kutil kelamin & kanker serviks, serta hepatitis A & B.

Siapa saja yang memerlukan pemeriksaan IMS?

Semua orang yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, yang baru mau melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, petugas kesehatan yang berkontak langsung dengan cairan tubuh manusia, dan anak yang terlahir dari ibu HIV positif.

Bagaimana bila hasil positif?

Tetap tenang, konsultasi dengan dokter, jalani pengobatan dengan baik dan benar, beritahu pasangan dan ajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan (partner notification).

Kita harus peduli karena topik seksualitas masih dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal arus informasi sangat deras. Kita harus lindungi anak-anak kita dengan memberikan bekal pengetahuan yang tepat.

Penanda sifilis (salah satu penyakit IMS) dan HIV/AIDS dalam darah akan menetap seumur hidup sehingga pasien akan kesulitan untuk hidup di dalam masyarakat, bahkan dibuang oleh sahabat dan keluarga.

Pengidap HIV/AIDS dapat menularkan penyakitnya pada pasangan, bahkan pada bayi dalam kandungan yang tidak bernoda. Berikut cuplikan video yang semoga dapat menyentuh hati kita semua akan pentingnya berhubungan seks yang aman dan keterbukaan pada pasangan (abaikan sang suami yang terus menyalahkan alam atas nafsu birahinya dia). https://youtu.be/bw352hRhHF4

Cukup sekian dan terima kasih.
Mari terapkan perilaku kehidupan seksual yang sehat dan bersih.

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Advertisements

Bisul bernanah yang mengganggu

image

Apa yang dimaksud dengan bisul?
Bisul atau abses adalah suatu infeksi bakteri (kuman) coccus pada kulit.

Bagaimana suatu bakteri dapat menyebabkan bisul dan peradangan pada kulit?
Bakteri masuk ke dalam kulit melalui luka kecil atau bekas garukan. Terjadi atau tidaknya peradangan bergantung pada banyaknya kuman yang masuk dan daya tahan tubuh terhadap serangan tersebut.

Apa yang terjadi setelah bakteri masuk ke kulit?
Bakteri akan berkembang biak dan menyerang sel-sel tubuh sampai rusak. Tubuh akan membuat suatu reaksi radang guna melawan serangan tersebut.

Reaksi radang apa yang dibentuk oleh tubuh?
Yang timbul adalah pembengkakan, peningkatan suhu, pelebaran pembuluh darah, rasa nyeri, dan gangguan gerak daerah yang terinfeksi.

Dimana lokasi terjadinya bisul?
Bisul dapat terjadi dimana saja. Namun biasanya di lokasi yang sering terluka, misalnya di ketiak atau kemaluan akibat pisau cukur.

Mengapa bisul dapat membentuk nanah?
Terjadinya ‘peperangan’ antara sel-sel tubuh dengan bakteri akan menyebabkan banyak sel yang hancur, bertumpuk, dan membentuk nanah.

Mengapa bisul bisa pecah?
Setelah infeksi mereda dan daya tahan tumbuh kembali meningkat, tubuh membuat pagar sehingga bakteri dan nanah tidak dapat masuk ke bagian tubuh yang sehat, melainkan terdorong ke luar. Lama kelamaan kulit di atas nanah menipis, pecah, dan nanah terdorong ke luar.

Apakah bisul dapat sembuh sendiri?
Ya, bisul dapat sembuh sendiri. Namun ada beberapa bisul yang ‘membandel’ sehingga baru menghilang dengan pengobatan.

Apa obat untuk bisul?
Tergantung dari keparahan bisulnya. Bisul kecil cukup dengan salep antibiotik. Bila besar memerlukan antibiotik minum, bahkan kadang butuh bantuan dokter untuk mengeluarkan nanah. Bila nyeri cukup mengganggu, dapat diberikan obat anti nyeri dan anti radang.

Apa yang terjadi bila bisul tidak diobati?
Bisul dapat meluas ke bagian tubuh lain atau ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.

Apa tanda bisul yang meluas?
Akan terjadi pembesaran pada kelenjar betah bening yang dekat dengan lokasi bisul (sekelan).

Apa bahaya dari bisul yang meluas?
Bisul yang disebabkan kuman Streptococcus dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Apakah bisul menular?
Ya. Nanah yang pecah dan masih mengandung kuman dapat menyebabkan bisul muncul di tempat lain atau menularkan orang lain.