Bedah listrik dan bedah laser : cara mudah menyingkirkan kulit berlebih

Keratosis seboroik yang merupakan tumor jinak kulit

Salah satu proses untuk menghilangkan kutil/ kulit berlebih/ keratosis seboroik adalah dengan bedah listrik (elektrokauterisasi/ electrosurgery) atau bedah laser. Keduanya hanya beda teknologi, namun prinsipnya sama yakni:

Proses anestesi salep di dahi. Setelah salep dioles, ditutup dengan plester.
  1. Kulit berlebih yang akan dihilangkan, dibuat kebal dengan salep anestesi/ suntik anestesi. Salep harus menunggu selama 30-60 menit, suntik bisa segera dikerjakan.
  2. Setelah kulit baal, dilakukan penghilangan dengan alat kauter/ dengan sinar laser.
  3. Lalu area tersebut dibersihkan dengan kasa lembab, dikeringkan, lalu dioles salep antibiotik.
  4. Tindakan selesai.

Simpel banget kan?! Berikut beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan:

Ujung mata kauter yang digunakan dalam proses bedah listrik.

Setelah efek bius habis, apakah akan terasa nyeri?

Efek anestesi habis dalam kira-kira 2 jam. Setelah itu mungkin terasa sedikit cenut-cenut/ tidak nyaman. Bisa diatasi dengan minum obat paracetamol bila sangat mengganggu.

Apakah akan ada balutan/ jahitan setelah tindakan?

Tidak ada.

Bekas proses laser segera sesudah tindakan bedah laser

Apakah boleh kena air?

Boleh kena air seperti biasa, sabun juga boleh.

Berapa lama proses penyembuhan?

Proses penyembuhan bervariasi antara 3-7 hari tergantung kemampuan penyembuhan luka setiap orang. Area bekas tindakan kauter/ laser akan kemerahan, tertutup koreng yang lalu akan lepas dengan sendirinya.

Apakah beda terapi dengan sinar laser dan kauter?

Perbedaan dari sumber energi yang digunakan. Laser memakai sinar laser untuk menghancurkan kulit berlebih, sedangkan elektrokauterisasi menggunakan energi listrik.

Sinar laser dapat memotong kulit dengan lebih presisi, harganya pun lebih mahal daripada elektrokauterisasi.

Prosedur bedah eksisi (prosedur bedah pisau)

Prosedur bedah pisau menggunakan pisau bedah disposable (sekali pakai buang) yang sangat tajam sehingga meningkatkan ketepatan

Kali ini saya mau kasih contoh prosedur bedah pisau atau bedah eksisi yang biasa digunakan untuk mengangkat tumor jinak kulit seperti tahi lalat atau keratosis seboroik.

Prosedurnya sederhana: suntik kebal, angkat tumor, lalu jahit. Kontrol 5-10 hari kemudian untuk angkat jahitan. Luka harus dijaga agar tidak kena air. Dokter akan menutup luka dengan plester anti air agar pasien bisa tetap mandi. Pasien harus datang lagi 1 minggu kemudian untuk angkat jahitan.

Contoh jahitan pada luka pasca bedah eksisi tahi lalat

Pasien harus meminum obat yang diberikan oleh dokter sesuai anjuran. Biasanya berupa antibiotik dan antinyeri.

Kapan saatnya tumor jinak diangkat?

  • Saat keberadaannya mulai mengganggu penampilan
  • Saat tumor membesar secara cepat
  • Bila muncul rasa gatal atau nyeri yang mengganggu. Biasanya muncul karena tumor tergesek atau tergaruk oleh pakaian atau oleh tangan kita sendiri.
Tahi lalat yang sudah diangkat

Apakah setelah prosedur luka akan sembuh sempurna?

  • Kemampuan penyembuhan luka setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa sembuh sempurna benar, ada yang menyisakan kulit yang berwarna lebih gelap (hiperpigmentasi) atau malah bekas luka yang menonjol (skar hipertrofi)
  • Bekas luka akan semakin samar seiring dengan perjalanan waktu (biasanya memakan waktu 6 bulan).

Benjolan lunak kebiruan di bawah kulit : mungkinkah tumor lemak?

Apakah Anda memiliki benjolan di bawah kulit? Bulat? Bisa digeser-geser? Sewarna kulit atau sedikit kebiruan? Bahkan disekitarnya terdapat banyak varisesĀ  atau pembuluh darah yang terlihat sangat nyata? Mungkin Anda memiliki tumor lemak.

Disclaimer : akan ada foto yang mungkin dapat membuat pembaca merasa tidak nyaman. Pemasangan foto ini semata-mata untuk keperluan edukasi.

Benjolan sewarna kulit-kebiruan di paha belakang. Disekitarnya tampak pelebaran pembuluh darah.

Bila ya, adalah wajar bila Anda merasa cemas. Siapa yang gak cemas punya tumor? Sekedar informasi, semua penonjolan di kulit disebut dengan tumor; ada tumor jinak dan tumor ganas. Tumor lemak seperti deskripsi di atas disebut dengan lipoma dan merupakan tumor jinak (fiuh…lega ya…).

Mengapa tumor lemak bisa muncul?

Tidak ada yang tahu mengapa. Diduga faktor keturunan atau trauma dapat memicu pertumbuhan.

Bila terdapat lebih dari satu lipoma pada seseorang, mungkin ada gangguan metabolisme lemak. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan profil lipid (kolesterol dan trigliserida).

Apakah berbahaya?

Pada umumnya tumor lemak tidak berbahaya. Ada kemungkinan kecil bisa berubah menjadi ganas (berbahaya).

Jadi apa yang perlu saya lakukan?

Konsultasikan ke dokter untuk memastikan apakah tumor ini jinak atau ada kemungkinan lain.

Apakah perlu diangkat atau dioperasi?

Lipoma kecil (< 3 cm) biasanya tidak menimbulkan keluhan lain selain teraba benjolan. Benjolan pun tidak tampak mata, hanya dapat dirasakan dengan tangan. Pengangkatan lipoma kecil murni karena alasan estetik.

Lipoma besar (3 cm ke atas) dapat menimbulkan rasa tidak nyaman karena menekan saraf atau pembuluh darah. Kadang sangat besar hingga kasat mata. Pengangkatan lipoma besar biasanya atas alasan kenyamanan dan keamanan pasien.

Proses pengangkatan lipoma. Kulit akan dibius lokal (setempat sesuai ukuran tumor) – kantong lemak dikeluarkan – kemudian luka dijahit.

Bagaimana prosedur pengangkatannya?

Lipoma harus diangkat dengan bedah pisau. Prosedur bervariasi antara 30-60 menit tergantung tingkat kesulitan. Setelah pengerjaan, luka akan dijahit, dan pasien harus kontrol 1 minggu kemudian untuk melepas jahitan.

Apakah lipoma dapat muncul kembali?

Lipoma dapat muncul kembali, kadang di lokasi yang sama atau di tempat lain.

Bagaimana pencegahannya?

Bila ada profil lipid yang tinggi, batasi konsumsi makanan berlemak tinggi. Bila profil lipid dalam batas normal, tidak ada cara khusus untuk mencegah timbulnya lipoma. Periksa kulit secara rutin, bila teraba ada lipoma baru, segera angkat sebelum bertambah besar.

Tumor kulit: apakah berbahaya?

Apa yang terbayang di benak jika Anda mendengar kata “TUMOR”? Pastinya terbayang yang seram-seram…seperti kanker. Padahal tumor tidak harus selalu ganas loh. Tumor kulit berarti penonjolan di atas permukaan kulit, bisa jinak ataupun ganas. Tabel berikut ini menjelaskan perbedaan antara tumor jinak dan tumor ganas.

slide tumor 1

Beberapa tumor jinak kulit yang sering ditemukan dapat dilihat di daftar gambar di bawah ini:

slide tumor 2

  • Nevus pigmentosus – lebih dikenal dengan tahi lalat. Biasanya muncul sejak lahir. Warna hitam atau hitam kebiruan.
  • Keratosis seboroik – muncul saat usia dewasa atau usia lanjut. Berupa tonjolan-tonjolan kecil berwarna coklat. Sering ditemukan di area terpajan sinar matahari, misalnya fi wajah.
  • Xantelasma – tonjolan kekuningan atau sewarna kulit. Sering ditemukan disekitar mata. Berisi lemak.
  • Keloid – dikenal dengan daging tumbuh. Muncul akibat luka yang dalam atau kotor. Harus memiliki bakat/ riwayat keturunan. Ada sensasi rasa tidak nyaman seperti cenut-cenut.
  • Veruka vulgaris – dikenal dengan kutil. Merupakan infeksi virus human papiloma. Mudah menular melalui kontak kulit ke kulit

slide tumor 3

Tumot jinak kulit dapat dihilangkan dengan berbagai metode. Mulai dari pengolesan salap hingga aneka metode bedah. Bedah pisau menggunakan pisau untuk mengangkat tumor, lalu kulit yang terbuka dijahit menggunakan benang khusus. Bedah listrik menggunakan energi listrik untuk mengangkat atau menghancurkan tumor. Bedah beku menghancurkan tumor dengan cara membekukan tumor sampai terbentuk lepuh, lalu tumor hancur bersamaan dengan hancurnya lepuh. Pemilihan metode terbaik tergantung dari jenis dan kondisi tumor, fasilitas yang ada, dan kemampuan operator.